Kapan Waktu Beli Emas/Dinar Terbaik & Kapan Waktu Jual...?

Wednesday, May 19, 2010

Hal yang paling banyak ditanyakan oleh pembaca situs ini ke saya adalah pertanyaan seputar kapan waktu terbaik untuk membeli Dinar/Emas dan kapan waktu terbaik untuk menjualnya. Tulisan ini untuk memberi jawaban secara umum, agar jumlah e-mail yang saya harus jawab menurun.

Untuk membeli emas atau Dinar dengan tujuan membangun ketahanan ekonomi jangka panjang, agar anak-anak bisa sekolah sampai tuntas, agar ketika tua kita tidak menjadi beban orang lain, agar asset yang merupakan hasil jerih payah kita tidak terus menurun nilainya dari waktu – ke waktu; maka membeli emas untuk tujuan ini dapat dilakukan kapan saja.

Survival Strategy : Beyond Currency…

Sunday, May 16, 2010

Yang paling sering disalah pahami orang tentang gerakan saya menyebar luaskan Dinar – adalah seolah saya menafikan keberadaan uang kertas. Padahal tulisan saya yang paling popular di web ini dengan judul “Mengelola Uang Berdasarkan Fungsinya…” yang telah dibaca lengkap (bukan hanya penggalannya) oleh lebih dari 10,000 orang, justru mengakui fungsi uang kertas sebagai alat tukar ini.

Untuk meminimise kesalah pahaman ini, saya tidak malu untuk menyontek komunikasi yang digunakan oleh salah satu perusahaan minyak terbesar di dunia yang dahulu dikenal orang sebagai British Petroleum (BP). Pada tahun 2002 ketika mereka merubah namanya menjadi BP plc. ; mereka menambahkan tagline “Beyond Petroleum” dalam corporate identity-nya.

Gold is Money

Friday, May 14, 2010

The Western financial world is officially in full panic mode. A nearly $1 trillion bailout of Greece confirms that fact. Our very own Federal Reserve is providing billions to the effort, but this is much more than a bailout for Greece. It is a bailout for banks holding Greek debt and the debt of other European nations teetering on default.

This bailout is not a fix or a cure for too much debt. People on both sides of the pond are simply spending more than they earn. The “fix” is a long painful road of consuming less and saving more, but that is not what this bailout represents. What the leaders of the Western World chose was the short painless path of money printing. You have to ask yourself where did they come up with nearly a trillion dollars in such a short amount of time?

A Waste of $1 Trillion

JUST UNDER $1 trillion...that's what the European Union has promised in an emergency rescue package to stabilize the Euro currency and Europe's financial woes, writes Steve Sjuggerud at Daily Wealth.

The result? Nothing so far.

On Friday, the Euro hovered around $1.27 all day. As I write...$1 trillion later...the Euro is hovering around $1.27. Like I said, nothing.

In fact, the result turns out to be worse than nothing. It may prove to be the worst $1 trillion ever spent.

Emas Ibarat Cermin...

Sekitar sembilan abad yang lalu Imam Al Ghazali (1058-1111) dengan kejernihan pemikirannya mengungkapkan bahwa sejatinya emas sebagai timbangan yang adil, dirinya sendiri ibarat cermin yang dengannya barang-barang dapat ditentukan nilainya dengan akurat.

Sekarang saya akan gunakan cermin Imam Ghazali ini untuk melihat krisis yang sekarang sedang menghebohkan dunia. Kita lihat krisis tersebut dari kacamata harga emas yang mencerminkan daya beli uang negara-negara di dunia. Saya ambil case negara kita dibandingkan negara yang menjadi epicentrum krisis sekarang ini yaitu Yunani secara khusus dan European Union secara umum.

Kali Ini Bukan PIG FLU, Tetapi PIIGS ‘FLU’ Yang Mewabah...

Wednesday, May 12, 2010

Tahun lalu wabah flu babi (Swine Flu atau Pig Flu) sempat membuat panik dunia setelah ditemukannya flu ini menjalar ke manusia di Amerika, Mexico dan Canada. Hari –hari ini dunia kembali dibuat panik tetapi bukan oleh PIG tetapi oleh PIIGS, acronym dari Portugal, Ireland, Italy, Greece dan Spain.

‘Flu’ di pasar uang dunia begitu terasa dalam beberapa hari perdagangan terakhir, bahkan ketika bailout senilai 750 Milyar Euro terhadap Yunani atau Greece sudah di commit oleh European Union dan IMF. Komitmen raksasa untuk mengatasi kebolongan di epicentrum krisis tersebut nampaknya tidak membuat para pemain pasar lega.

Titik Bumi Yang Terendah

Saturday, May 8, 2010

“Alif Laam Miim. Telah dikalahkan bangsa Rumawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. (sebagai) janji yang sebenar-benarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS Ar-Rum [30]: 1-6)

Buku-buku sejarah memberitahu kita tentang pertempuran antara Persia dan kerajaan Romawi Timur - yang terakhir menandakan bagian timur Kekaisaran Romawi - yang terletak di daerah antara Adhra’at dan Basra, dekat Laut Mati. Pertempuran yang terjadi tahun 619 M berakhir dengan kemenangan bangsa Persia.

Ketika Asset Anda Nilainya Ditentukan Oleh Isu...

Dalam tulisan saya dua hari lalu tentang Gold War saya ungkapkan bahwa emas ‘dibenci’ pemerintah dan otoritas dunia, karena begitu mudah digunakan untuk membaca masalah-masalah yang melanda system financial yang ada. Melesatnya harga emas dunia semalam yang menembus angka diatas US$ 1,200/Oz membuktikan hal ini, bahwa system keuangan dunia lagi sakit dan ada kemungkinan komplikasi yang parah.

Awalnya penyakit itu berasal dari krisis yang melanda Yunani, kemudian menular ke tetangganya yang pertahanan ‘tubuh’ ekonominya juga lemah seperti Portugal dan Spanyol, kemudian seluruh Eropa terpengaruh dengan anjloknya Euro mendekati 9% sejak awal tahun ini.

Gold Wars : Perang Terhadap Emas Dari Kacamata Swiss Banker...

Wednesday, May 5, 2010

Tulisan ini saya sarikan dari buku Gold Wars : The Battle Against Sound Money As Seen From Swiss Perspective , karya Ferdinand Lips (Foundation for Advancement of Monetary Education, 2001). Menariknya, buku ini ditulis oleh seorang Swiss Banker - yang bahkan sempat mendirikan bank sendiri menggunakan namanya – yang sangat tahu seluk beluk permainan terhadap emas dunia.

Menutut Lips ini perang terhadap emas dimulai tahun 1933 ketika President Amerika waktu itu Franklin D Roosevelt menyita seluruh emas yang dimiliki warga negaranya, dan menaikan harga emas di negeri itu dari US$ 20.67/ounce ke US$ 35.00/Ounce. Perang ini menjadi semakin serius sejak ditinggalkannya Breton Woods Agreement 1971 – dimana sejak saat itu praktis tidak ada satu uang-pun di dunia yang dikaitkan dengan emas – kecuali Swiss.

Gold & ShadowStats

HOW DO YOU KNOW that government statistics are telling the truth?

ShadowStats' Walter J. "John" Williams was born in 1949. He received an A.B. in Economics, cum laude, from Dartmouth College in 1971, and was awarded a M.B.A. from Dartmouth's Amos Tuck School of Business Administration in 1972, where he was named an Edward Tuck Scholar.

One of his early hires as a consulting economist 25 years ago was a large manufacturer of commercial airplanes. Their econometric model for predicting revenue passenger miles had suddenly stopped working. The model was heavily dependent on official Gross National Product (now Gross Domestic Product) as reported by the Department of Commerce...and John Williams realized the GNP numbers were faulty, rather than the model.

Uang Rp 100.000 Jadi Pecahan Terbesar Kedua di Dunia

Tuesday, May 4, 2010

Jakarta - Uang pecahan Rp 100.000 yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI) ternyata merupakan uang pecahan dengan nilai terbesar kedua di dunia setelah Vietnam, yang mempunyai pecahan yang terbesar yakni 500.000 Dong (mata uang Vietnam).

Demikian hasil riset redenominasi mata uang seluruh dunia yang disampaikan oleh Kepala Biro Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Iskandar Simorangkir dalam sebuah diskusi di Gedung BI, Jakarta, Selasa (4/5/2010).

"Vietnam itu menjadi nomor satu negara dengan pecahan terbesar yakni 500.000 Dong. Dan Indonesia nomor dua setelah vietnam sebesar Rp 100.000, berdasarkan riset Redenominasi World Bank beberapa waktu lalu," ujar Iskandar.

Harga Emas Akan Naik Secara Eksponensial...?

The Bank for International Settlements (BIS) adalah organisasi internasional yang anggotanya para bank sentral dari negara-negara di dunia. Tujuan dari organisasi ini adalah untuk meningkatkan kerjasama antara bank-bank sentral tersebut, disamping juga berfungsi menjadi semacam bank-nya para bank sentral dunia.

Dengan anggota dan fungsinya tersebut, kita bisa bayangkan betapa powerful-nya pengaruh organisasi yang bermarkas di Basel – Switzerland ini dalam up and down-nya system keuangan dunia di jaman ini. Peran mereka yang sentral dalam tata kelola uang di dunia – juga membuat mereka memiliki akses informasi yang sangat comprehensive dalam setiap aspek keuangan dari para anggotanya.

 
 
 
 
Copyleft © 2010 - Dinar Saving