Kategori
- Dinarnomics (43)
- Gold Article (16)
- Hikmah (3)
- Panutan (1)
- Solusi (2)
- Utama (7)
Kapan Waktu Beli Emas/Dinar Terbaik & Kapan Waktu Jual...?
Untuk membeli emas atau Dinar dengan tujuan membangun ketahanan ekonomi jangka panjang, agar anak-anak bisa sekolah sampai tuntas, agar ketika tua kita tidak menjadi beban orang lain, agar asset yang merupakan hasil jerih payah kita tidak terus menurun nilainya dari waktu – ke waktu; maka membeli emas untuk tujuan ini dapat dilakukan kapan saja.
Posted by rizko at 7:17 PM 0 comments
Labels: Dinarnomics
Survival Strategy : Beyond Currency…
Untuk meminimise kesalah pahaman ini, saya tidak malu untuk menyontek komunikasi yang digunakan oleh salah satu perusahaan minyak terbesar di dunia yang dahulu dikenal orang sebagai British Petroleum (BP). Pada tahun 2002 ketika mereka merubah namanya menjadi BP plc. ; mereka menambahkan tagline “Beyond Petroleum” dalam corporate identity-nya.
Posted by rizko at 1:43 PM 0 comments
Labels: Dinarnomics
Gold is Money
This bailout is not a fix or a cure for too much debt. People on both sides of the pond are simply spending more than they earn. The “fix” is a long painful road of consuming less and saving more, but that is not what this bailout represents. What the leaders of the Western World chose was the short painless path of money printing. You have to ask yourself where did they come up with nearly a trillion dollars in such a short amount of time?
Posted by rizko at 8:23 PM 0 comments
Labels: Gold Article
A Waste of $1 Trillion
JUST UNDER $1 trillion...that's what the European Union has promised in an emergency rescue package to stabilize the Euro currency and Europe's financial woes, writes Steve Sjuggerud at Daily Wealth.
The result? Nothing so far.
On Friday, the Euro hovered around $1.27 all day. As I write...$1 trillion later...the Euro is hovering around $1.27. Like I said, nothing.
In fact, the result turns out to be worse than nothing. It may prove to be the worst $1 trillion ever spent.
Posted by rizko at 7:18 PM 0 comments
Labels: Gold Article
Emas Ibarat Cermin...
Sekarang saya akan gunakan cermin Imam Ghazali ini untuk melihat krisis yang sekarang sedang menghebohkan dunia. Kita lihat krisis tersebut dari kacamata harga emas yang mencerminkan daya beli uang negara-negara di dunia. Saya ambil case negara kita dibandingkan negara yang menjadi epicentrum krisis sekarang ini yaitu Yunani secara khusus dan European Union secara umum.
Posted by rizko at 10:13 AM 0 comments
Labels: Dinarnomics
Kali Ini Bukan PIG FLU, Tetapi PIIGS ‘FLU’ Yang Mewabah...
‘Flu’ di pasar uang dunia begitu terasa dalam beberapa hari perdagangan terakhir, bahkan ketika bailout senilai 750 Milyar Euro terhadap Yunani atau Greece sudah di commit oleh European Union dan IMF. Komitmen raksasa untuk mengatasi kebolongan di epicentrum krisis tersebut nampaknya tidak membuat para pemain pasar lega.
Posted by rizko at 6:54 AM 0 comments
Labels: Dinarnomics
Titik Bumi Yang Terendah
“Alif Laam Miim. Telah dikalahkan bangsa Rumawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. (sebagai) janji yang sebenar-benarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS Ar-Rum [30]: 1-6)
Buku-buku sejarah memberitahu kita tentang pertempuran antara Persia dan kerajaan Romawi Timur - yang terakhir menandakan bagian timur Kekaisaran Romawi - yang terletak di daerah antara Adhra’at dan Basra, dekat Laut Mati. Pertempuran yang terjadi tahun 619 M berakhir dengan kemenangan bangsa Persia.
Posted by rizko at 11:54 AM 0 comments
Labels: Hikmah
Ketika Asset Anda Nilainya Ditentukan Oleh Isu...
Awalnya penyakit itu berasal dari krisis yang melanda Yunani, kemudian menular ke tetangganya yang pertahanan ‘tubuh’ ekonominya juga lemah seperti Portugal dan Spanyol, kemudian seluruh Eropa terpengaruh dengan anjloknya Euro mendekati 9% sejak awal tahun ini.
Posted by rizko at 11:41 AM 0 comments
Labels: Dinarnomics
Gold Wars : Perang Terhadap Emas Dari Kacamata Swiss Banker...
Tulisan ini saya sarikan dari buku Gold Wars : The Battle Against Sound Money As Seen From Swiss Perspective , karya Ferdinand Lips (Foundation for Advancement of Monetary Education, 2001). Menariknya, buku ini ditulis oleh seorang Swiss Banker - yang bahkan sempat mendirikan bank sendiri menggunakan namanya – yang sangat tahu seluk beluk permainan terhadap emas dunia.
Menutut Lips ini perang terhadap emas dimulai tahun 1933 ketika President Amerika waktu itu Franklin D Roosevelt menyita seluruh emas yang dimiliki warga negaranya, dan menaikan harga emas di negeri itu dari US$ 20.67/ounce ke US$ 35.00/Ounce. Perang ini menjadi semakin serius sejak ditinggalkannya Breton Woods Agreement 1971 – dimana sejak saat itu praktis tidak ada satu uang-pun di dunia yang dikaitkan dengan emas – kecuali Swiss.
Posted by rizko at 5:21 PM 0 comments
Labels: Dinarnomics
Gold & ShadowStats
HOW DO YOU KNOW that government statistics are telling the truth?
ShadowStats' Walter J. "John" Williams was born in 1949. He received an A.B. in Economics, cum laude, from Dartmouth College in 1971, and was awarded a M.B.A. from Dartmouth's Amos Tuck School of Business Administration in 1972, where he was named an Edward Tuck Scholar.
One of his early hires as a consulting economist 25 years ago was a large manufacturer of commercial airplanes. Their econometric model for predicting revenue passenger miles had suddenly stopped working. The model was heavily dependent on official Gross National Product (now Gross Domestic Product) as reported by the Department of Commerce...and John Williams realized the GNP numbers were faulty, rather than the model.
Posted by rizko at 7:49 AM 0 comments
Labels: Gold Article
Uang Rp 100.000 Jadi Pecahan Terbesar Kedua di Dunia
Jakarta - Uang pecahan Rp 100.000 yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI) ternyata merupakan uang pecahan dengan nilai terbesar kedua di dunia setelah Vietnam, yang mempunyai pecahan yang terbesar yakni 500.000 Dong (mata uang Vietnam).
Demikian hasil riset redenominasi mata uang seluruh dunia yang disampaikan oleh Kepala Biro Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Iskandar Simorangkir dalam sebuah diskusi di Gedung BI, Jakarta, Selasa (4/5/2010).
"Vietnam itu menjadi nomor satu negara dengan pecahan terbesar yakni 500.000 Dong. Dan Indonesia nomor dua setelah vietnam sebesar Rp 100.000, berdasarkan riset Redenominasi World Bank beberapa waktu lalu," ujar Iskandar.
Posted by rizko at 5:50 PM 0 comments
Labels: Hikmah
Harga Emas Akan Naik Secara Eksponensial...?
Dengan anggota dan fungsinya tersebut, kita bisa bayangkan betapa powerful-nya pengaruh organisasi yang bermarkas di Basel – Switzerland ini dalam up and down-nya system keuangan dunia di jaman ini. Peran mereka yang sentral dalam tata kelola uang di dunia – juga membuat mereka memiliki akses informasi yang sangat comprehensive dalam setiap aspek keuangan dari para anggotanya.
Posted by rizko at 6:35 AM 0 comments
Labels: Dinarnomics










