Apa Yang Terjadi Bila Satu Mata Uang Jatuh...?

Friday, April 30, 2010

Sekitar tiga belas tahun lalu di awal 1997 serentetan krisis dalam skala regional bermula di Thailand. Di awali dengan hengkangnya para investor karena penurunan pertumbuhan ekonomi negeri itu, krisis kemudian diperburuk dengan ulah spekulator mata uang sampai-sampai bank sentral Thailand harus menguras sampai 90% dari cadangan devisanya hanya untuk mempertahankan nilai tukar uang Baht-nya.

Cilakanya, krisis ini tidak berhenti di Thailand. Negara-negara tetangganya segera tertular dan bahkan yang terparah dan paling sulit sembuhnya adalah negeri kita. Pada puncak krisis nilai uang kertas kita pernah tinggal kurang lebih seperenamnya dari nilai sebelum krisis (Akhir 1996 US$ 1 = Rp 2,350 ; Juli 1998 US$ 1 = Rp 14,000) bila dibandingkan dengan US Dollar. Padahal di negeri dimana krisis berawal; uangnya hanya mengalami koreksi 61 % saja ( Akhir 1996 US$ 1 = Baht 25.50 ; Juli 1998 US$ 1 = Baht 41.12).

Gold as Money: Exchange & Value

Tuesday, April 27, 2010

SUBJECTIVE decisions about how useful different goods are – made by each and every individual – determine the value of those items, writes Toby Baxendale, founder and chairman of the Cobden Centre.

The utility of money is determined by its prospective use as a medium of exchange. This is interesting as the subjective utility is determined by its objective exchange value – the only product whose price is determined in such a way.

If a good such as tea did not have an objective exchange value, it would have no price and would thus be free. Money without an objective price would be worthless as no one could use it for exchange. If it cannot command any purchasing power over others goods and services, there is no point to it.

Gold $1500 "Sooner or Later"

PROUD and AVOWED Keynesian economist, Victor Gonçalves continues to analyze and recommend precious metals and gold-mining stocks to his subscribers, looking for what he calls "no brainer" positions that you simply don't have to worry about.

Editor of Equities and Economics Report, as well as the Green Dollar Report blog, Victor Gonçalves here tells The Gold Report about his current long and short-term perspectives on gold, silver and mining investments.

The Gold Report: Victor, one of the big headlines since we last spoke is Europe's loan to Greece. Some are calling it an EU bailout. As an economist, what's your perspective?

Victor Gonçalves: I think it's a positive thing actually, given the parameters. A lot of your Austrian guys would say this is the devil's work and you should let markets run free. Given the economic policies of the European Union, which is not a free market, that's probably one of the only options it has.

Gold, a Hard Place, and the Dollar

Thursday, April 22, 2010

The DEVELOPED NATIONS of the world are over-extended, their debt levels are ballooning, and their governments are creating copious amounts of money, writes Puru Saxena of Money Matters in Hong Kong.

Put simply, most industrialized nations are now caught between a rock and a hard place.

After years of excesses, the developed world is slowly beginning to realize that you cannot continue to live beyond your means and spend your way to prosperity. Today, US national debt stands just north of $12 trillion. Its fiscal deficit for this year alone should come in around $1.6 trillion and the nation faces mind-boggling deficits for as far as the eye can see. Furthermore, demand for US government debt has begun to wane and this implies that the Federal Reserve will have to resort to creating even more money over the following years.

What To Do Ketika Rupiah Perkasa…?

Wednesday, April 21, 2010

Hari-hari ini Rupiah mencapai angka terkuat terhadap US$ sejak tiga tahun terakhir dengan nilai Tukar dibawah Rp 9,000/US$. Rupiah memiliki nilai tukar dibawah Rp 9,000/US$ terakhir sebelumnya adalah pada bulan Juni 2007.

Kekuatan Rupiah ini juga bisa dipantau secara lebih akurat melaui Rupiah Index (RIX) yang sudah saya perkenalkan di situs ini sejak Desember 2009 lalu. Bila pada saat saya perkenalkan RIX berada pada angka 56.28; angka RIX tersebut kini berada pada angka 62.97 – kenaikan yang luar biasa selama lima bulan terakhir.

China's Impact on Gold Prices

CHINA IS KEY when it comes to the shape of gold demand according to Eily Ong, author of the World Gold Council's recent study, Gold in the Year of the Tiger, writes Lara Crigger at Hard Assets Investor.

China's growing middle class with disposable income and a penchant for saving, says Ong, could drive gold consumption in the country to double over the next decade – which should help boost Gold Prices.

Ong has been with the World Gold Council since November 2009. Previously, she was a metals and mining equities analyst for Credit Suisse, in London. Currently, she is an investment research manager for WGC, where her role is to research and promote the use of gold as a long-term portfolio asset.

Gold and Goldman…

Monday, April 19, 2010

Marcus Goldman (1821-1904) adalah nama pendiri investment bank kesohor Goldman Sachs yang kini tengah meramaikan pasar dunia. Sejak didirikan pada tahun 1869, kinerja perusahaan tersebut terus meroket – hingga menjadi portfolio favorit investment guru di jaman modern ini seperti Warren Buffet dlsb.

Namun keperkasaan Goldman kini tengah diuji karena sepanjang akhir pekan lalu, Goldman Sachs dirundung gugatan yang awalnya hanya diajukan oleh US Securities and Exchange Commission (SEC) atas adanya dugaan penipuan yang dilakukan oleh salah satu raksasa financial dunia tersebut. Setelah gugatan awal di negerinya sendiri ini, Goldman nampaknya juga akan menghadapi gugatan sejenis di Eropa oleh pemerintah Jerman.

Kapitalisme Ribawi Yang Memakan Dirinya Sendiri…

Sunday, April 18, 2010

Ada cerita menarik dari Danah Zohar dalam bukunya yang best seller di seluruh dunia Spiritual Capital, yang sangat relevan dengan krisis financial yang melanda dunia saat ini.

Cerita ini sendiri berasal dari Mythology Yunani kuno tentang seorang tukang kayu yang kaya namun sangat serakah bernama Erisychthon. Saking serakahnya, si tukang kayu bahkan berani menebang pohon kesayangan dewa mereka – dimana rakyat Yunani biasa ‘beribadah’ di sekitar pohon tersebut.

Konon sang ‘dewa’ sangat marah atas ditebangnya pohon tersebut, dan dikutuklah Erisychthon untuk tidak pernah kenyang walau apapun telah dimakannya. Maka mulailah Erisychthon memakan apapun yang dijumpainya, toko dan isinya dimakan sampai habis, setelah itu keluarganya juga dimakan sampai habis – sampai tinggal satu-satunya yang ada di sekitar dia, yaitu dirinya sendiri. Karena rasa lapar yang tidak pernah bisa terkenyangkan – maka akhirnya Erisychthon-pun memakan dirinya sendiri.

Uang Masa Depan Yang Memakmurkan, Menciptakan Lapangan Kerja dan Membuat Dunia Lebih Bijaksana…

Friday, April 9, 2010

Sepuluh tahun yang lalu (2001) seorang peneliti di Center of Sustainable Resources - University of California at Berkeley Bernard Lietaer menulis buku dengan judul The Future of Money : Creating New Wealth, Work and a Wiser World. Dalam bukunya yang futuristic ini Bernard antara lain menulis tentang berbagai fenomena pencarian uang baru yang sudah mulai saat itu – karena kekecewaan masyarakat tentang system uang yang ada dalam beberapa dasawarsa terakhir.

Menurut Bernard, system keuangan dunia dewasa ini tidak ubahnya seperti Casino raksasa yang dioperasikan dengan penuh spekulatif - 100 kali lebih besar dari transaksi total bursa saham di seluruh dunia per harinya. Hanya 2 % saja dari perputaran tersebut yang terkait dengan transaksi barang dan jasa; 98% -nya murni untuk spekulasi.

Gold to "Reach $1375 in 2010"

DURING HIS 14-YEAR career on Wall Street, John Licata has held both trading and research positions at the Nymex, Dow Jones, Smith Barney and Brokerage America.

Founder of Blue Phoenix in 2005, and a graduate in economics from Saint Peter's College – where he received the Wall Street Journal Award for economic excellence – he tells The Gold Report here that as inflationary pressures present themselves, Gold Prices will continue their upward move. He also sees silver, platinum and palladium as interesting plays for investors.

The Gold Report: The price of gold is around $1100. Last year you were saying the best buying opportunities were in the $850 range. Are you still recommending Buying Gold to investors?

Cara Awam Memahami Trend Harga Emas…

Dalam tulisan saya akhir pekan lalu telah saya ungkapkan berbagai pendekatan teoritis untuk menduga harga emas kedepan yang ternyata tidak ada satupun yang akurat . Bisa kita lihat hasilnya dari pendekatan teoritis yang satu dengan yang lain perbedaannya bisa sangat besar.

Lantas apakah dengan demikian kita tidak bisa menduga kedepannya bakal seperti apa harga emas ini ? secara garis besar bisa, namun tidak akan akurat (nggak masalah, lha wong dugaan para ahli-pun ternyata tidak akurat juga). Dan bagi yang tidak menggunakan harga emas sebagai ajang spekulasi, dugaan secara garis besar ini sudah memadai untuk perencanaan keuangan kita dalam jangka panjang.

Peradaban Barat Yang Memiskinkan Kelas Menengah…

Tuesday, April 6, 2010

Kalau saja judul di atas murni dari pandangan seorang Muslim seperti saya, orang mungkin segera nge-cap saya sebagai anti barat. Tetapi kali ini pandangan tersebut bukanlah dari saya, judul tulisan ini saya ambilkan dari karya columnist handal di The Market Oracle , Andrew G Marshall dengan judul aslinya “Western Civilization and the economic Crisis, The Impoverishment of the Middle Class.

Awalnya, menurut Andrew – peradaban barat nampak bekerja dengan baik. Di awali dengan revolusi industri abad 18 dan 19, tumbuhlah kelas menengah yang semakin banyak jumlahnya dan semakin makmur. Namun peradaban barat ini, ternyata tidak akan berusia lama. Beberapa puluh tahun terakhir, yang namanya kelas menengahnya hanya berusaha bertahan melalui pemupukan hutang.

Menakar Kekuatan Mata Uang Dengan Melihat Waktu Paruhnya Terhadap Emas…

Monday, April 5, 2010

Dalam tulisan saya beberapa hari lalu dengan judul Menduga Sisa Nilai Mata Uang Dengan Teori Peluruhan, telah saya perkenalkan konsep waktu paruh (half-life) yaitu waktu yang diperlukan materi subjek peluruhan eksponensial untuk menjadi tinggal separuhnya dari materi semula. Nilai sisa dari materi subjek peluruhan eksponensial setelah waktu paruh ke T = 100%/2^T.

Konsep waktu paruh ini yang berdasarkan statistik nampaknya juga berlaku pada nilai daya beli mata uang kertas terhadap emas. Kita gunakan emas sebagai referensi karena emas-lah yang terbukti memiliki daya beli tetap selama 1400 tahun lebih, disamping juga data statistik harga emas tersedia secara lengkap untuk waktu yang sangat panjang – sampai ratusan tahun.

Harga Emas : Tidak Ada Prediksi Yang Pasti…!

Friday, April 2, 2010

Meskipun berpuluh ahli berhasil mengembangkan teorinya sendiri-sendiri untuk memprediksi harga emas kedepan, sampai saat ini ternyata tidak ada satu teori-pun yang bisa memberikan kepastian akan keakuratan prediksi tersebut.

Di situs inipun selalu kami katakan bahwa prediksi-prediksi harga emas yang kami ungkapkan dalam berbagai tulisan kami sifatnya hanya berusaha memahami statistik yang ada untuk masa yang sudah lewat, sedangkan yang sifatnya kedepan – hanya Allah-lah yang tahu.

 
 
 
 
Copyleft © 2010 - Dinar Saving