Kategori
- Dinarnomics (43)
- Gold Article (16)
- Hikmah (3)
- Panutan (1)
- Solusi (2)
- Utama (7)
China Gold-Demand to Double This Decade – WGC
Posted by rizko at 6:09 AM 0 comments
Labels: Gold Article
Menduga Sisa Nilai Uang Kertas Dengan Teori Peluruhan…
Apabila teori ini berlaku untuk benda-benda yang ada di alam, apakah teori ini juga berlaku untuk kreasi manusia modern yang namanya uang kertas ?. Well, setahu saya belum ada yang membuat studi ilmiah tentang hal ini – namun dengan melihat statistik harga emas dunia dalam berbagai mata uang kertas selama 40 tahun terakhir – saya menduga bisa jadi teori peluruhan eksponensial ini juga berlaku untuk uang kertas.
Posted by rizko at 4:53 AM 0 comments
Labels: Dinarnomics
Di Kalumpang, Ada Emas 2.500 Ton
Menurutnya, potensi emas di wilayah Kalumpang sekitar 192 kilometer dari kota Mamuju itu kini telah dilirik oleh dua perusahaan yang telah melakukan tahap eksplorasi tambang emas. "Saat ini ada dua perusahaan sedang melakukan tahap eksplorasi tambang emas, salah satunya adalah perusahaan dari Jakarta yakni PT Dibia," tuturnya.
Posted by rizko at 4:34 PM 0 comments
Labels: Dinarnomics
Bila Dinar Dan Dirham Dipergunakan Sebagai Alat Transaksi…
Diriwayatkan dari ‘Urwa : “Bahwa Nabi memberinya satu Dinar untuk membeli domba untuk beliau. ‘Urwa membeli dua ekor domba untuk beliau dengan uang tersebut. Kemudian dia menjual satu ekor domba seharga satu Dinar, dan membawa satu Dinar tersebut bersama satu ekor dombanya kepada Nabi. Atas dasar ini Nabi berdoa kepada Allah untuk memberkahi transaksi ‘Urwa. Sehingga ‘Urwa selalu memperoleh keuntungan (dari setiap perdagangannya) – bahkan seandainya dia membeli debu”. (Di riwayat lain) ‘Urwa berkata : “Saya mendengar Rasulullah SAW berkata, “Selalu ada kebaikan pada kuda sampai hari kiamat””. (Periwayat lainnya lagi menambahkan “saya melihat 70 ekor kuda di rumah ‘Urwa.”) ( Sufyan berkata, “Nabi menyuruh ‘Urwa untuk membeli domba untuk beliau sebagai hewan qurban”.) (Shahih Bukhari, Kitab 56, Hadits No 836).
Posted by rizko at 7:58 AM 0 comments
Labels: Dinarnomics
Efek US Healthcare Reform dan Krisis Yunani Pada Massa Depan Harga Emas…
Harga emas dunia bergerak tidak menentu dan menjadi semakin sulit diprediksi untuk sementara ini. Faktor-faktor penggerak harga-nya begitu banyak, sehingga gejolak jangka pendeknya menjadi significant.
Faktor dalam negeri Amerika yang berpengaruh langsung pada harga emas dunia (US$/Oz) antara lain adalah kemenangan Presiden Obama untuk meng-goal-kan reformasi pelayanan kesehatan yang menjadi salah satu agenda utama ketika dia mencalonkan diri sebagai presiden negeri itu.
Posted by rizko at 6:00 AM 0 comments
Labels: Dinarnomics
Euro : Uang Fiat Modern Yang Bisa Jadi Tidak Berusia Panjang…
Jadi kalau dihitung sejak kelahirannya mulai digunakan resmi sebagai unit of account 1 Januari 1999 – dan jika prediksi Jim Rogers benar berarti usia Euro secara keseluruhan tidak akan lebih dari 30 tahun saja.
Posted by rizko at 6:00 AM 0 comments
Labels: Dinarnomics
Dunia Akan Membutuhkan Uang Baru Atau System Barter Yang Canggih …
Kalau ada yang masih berpikir bahwa ada uang kertas dunia yang bertahan daya belinya, maka perhatikanlah kinerja uang kertas-uang kertas yang selama ini dipandang kuat di dunia seperti grafik disamping. Daya beli terhadap emas untuk Rupiah misalnya tinggal 20% selama 10 tahun terakhir, bila di awal tahun 2000 Anda bisa membeli emas seberat 1 gram seharga Rp 66,000,- maka kini dengan uang yang sama Anda hanya bisa membeli 0.2 gram emas karena per gramnya kini telah menjadi Rp 330,000,-.
Posted by rizko at 6:00 AM 0 comments
Labels: Dinarnomics
Gold is money
Unlike the world's currencies, gold retains its value
In a speech I recently gave at The Empire Club of Toronto , I referred to gold as the "anti-currency." Gold is not and never has been a currency. Gold is something entirely different and far more valuable. It is money.
"If you're holding paper currency, you have to have some kind of trust that the country that issued it is not just going to print its way out of its problems. That's a real concern right now. Gold, on the other hand, has real intrinsic value, unlike a paper currency which can be debased by its government."
Posted by rizko at 7:22 PM 0 comments
Labels: Gold Article
Investasi, Proteksi Nilai & Productivity : Kini Ketiganya Bisa Bersinergi…
Namun sebelum dana tersebut digunakan untuk membiayai sekolah anak Anda, Anda juga ingin sekali terjun berwiraswasta dan yakin tentang peluang bisnis yang akan Anda tekuni - hanya modal yang jadi kendala. Dalam situasi demikian, mana yang akan Anda pilih ?. Menggunakan dana tabungan biaya pendidikan anak Anda, dengan risiko ada kemungkinan Anda kesulitan memenuhi biaya pendidikan anak Anda nantinya.
Posted by rizko at 6:00 AM 0 comments
Labels: Dinarnomics
Mengalahkan Inflasi, Insyallah Kita Bisa…
Dalam sistem ekonomi barat ada yang berpendapat bahwa inflasi ini ada positifnya karena antara lain berguna untuk mendorong investasi sektor riil. Ketika inflasi tinggi orang cenderung untuk tidak mempertahan assetnya dalam bentuk uang – tetapi dalam bentuk barang, kebutuhan akan barang inilah yang mengangkat produksi dan memutar ekonomi.
Posted by rizko at 6:00 AM 0 comments
Labels: Dinarnomics
Antara Mekanisme Pasar Yang Fitrah & Inflasi Yang Harus Dicegah…
Pada kesempatan ini saya ingin share data harga emas dalam Rupiah yang sudah terkumpul di system kami sejak 14 September 2007. Pada grafik disamping Anda akan lihat pergerakan naik turunnya harga emas harian, yang kurang lebih berimbang antara hari-hari dimana harga emas naik dan hari-hari dimana harga emas turun.
Posted by rizko at 7:08 AM 0 comments
Labels: Dinarnomics
Mungkinkah Harga Emas Akan Turun Terus Menerus Seperti Tahun 1980-an…?
Banyak cara untuk mengukur inflasi, namun di negara maju sekalipun data inflasi dari pemerintah sering diragukan oleh rakyatnya. Di Amerika misalnya yang menganggap dirinya paling transparan, data inflasinya dibantah oleh seorang kakek-kakek John Williams dari Shadow Government Statistics.
Posted by rizko at 6:00 AM 0 comments
Labels: Dinarnomics
Belajarlah Emas Walau Sampai Negeri China…
Sayangnya selama seperempat abad kemudian tepatnya sampai 2006, cadangan emas ini tidak berhasil dinaikkan dan bahkan berkurang 24 %-nya pada akhir 2006 sehingga tinggal 73 ton saja. Lihat detilnya di tulisan saya tanggan 28 Desember 2008 dengan judul Emas Dan Kemakmuran Negeri Ini.
Posted by rizko at 6:00 AM 0 comments
Labels: Dinarnomics
Why Buy Gold? The Clarity of the Message Remains Unchanged…
Make no mistake, we remain in the grips of a global currency crisis and it is not getting better. The Euro is in danger of further erosion. The British Pound is on shaky ground … and the overprinted and overblown US dollar remains under scrutiny. So I say again, be in the business of gold and that means – buy gold.
The global audience demanding gold (and silver) continues to grow and my task is to assist in expanding that audience. Tradition and history tell us that over the centuries it is the already wealthy; the titans of industry, conservative bankers, along with the aristocratic Europeans and Asians who keep a significant percentage of their wealth in physical gold. But thanks to the on-going global financial crisis a wider cross section of European and recently, North American investors are flocking to gold and silver. And why should they not, as gold's strength in early 2010 comes on the heels of a bull market that has been increasing over the last decade.
Posted by rizko at 6:00 AM 0 comments
Labels: Gold Article
Investing In Gold: Protection From Runaway Inflation
Since the feds can't grow their way out of debt…they'll have to try to inflate their way out.
Trouble is, first…central bankers don't have that good a grasp of inflation. They can control the amount of money in the monetary base at the Fed. But they don't really control what happens to it next. For a long time, prices don't necessarily react…because, in a depression, the velocity of money slows down to a crawl. The banks don't lend; the money doesn't get around…and it doesn't feed into consumer prices. Then, all of a sudden, people realize that there dollars are losing value…suddenly, they are eager to send them on their way. Velocity increases - fast. It is as if they had put cash in a particle accelerator. Instead of 6% inflation, the CPI goes to 12%…or 25%…or 100%.
Posted by rizko at 7:58 AM 0 comments
Labels: Gold Article
Antara Visi, Mimpi dan Do’a…
Di tengah bangsa Amerika yang lagi limbung sebenarnya visi ini jauh melampaui jamannya. Visi ini muncul ketika bangsa Amerika ragu apakah jalan hidup yang mereka pilih sudah benar, apakah bukannya komunis yang benar karena saat itu komunis lagi menghebohkan dengan keberhasilan Soviet meluncurkan satelit yang mengorbit bumi. Bahkan bangsa Amerika lagi nggumun-nggumun-nya dengan keberhasilan soviet mengirim kosmonot Yuri Gagarin ke antariksa.
Posted by rizko at 6:00 AM 0 comments
Labels: Dinarnomics
Paradox US$, Rupiah & Harga Emas…
Logikanya adalah apabila Rupiah lagi perkasa, bukankan barang-barang kebutuhan kita bisa kita beli dengan murah saat ini ?. Ternyata tidak seluruhnya demikian. Untuk barang-barang yang biasa kita beli dari luar seperti komputer, software dlsb.; memang terasa penurunan harga barang-barang ini dalam Rupiah.
Posted by rizko at 6:00 AM 0 comments
Labels: Dinarnomics
Dan IMF-pun Mengajak Meninggalkan US$ …?
Bukannya saya lebih tahu atau lebih pinter dari pimpinan tertinggi IMF tersebut; namun kalau Anda baca tulisan saya hampir 6 bulan lalu dengan judul Tinggalkan Dollar Selagi Sempat, maka Anda akan tahu bahwa seruan atau wacana yang dilontarkan oleh orang nomor 1 di IMF ini adalah hal yang sudah seharusnya dilakukan dan tidak akan mengejutkan Anda.
Posted by rizko at 6:54 PM 0 comments
Labels: Dinarnomics
Barter Di Ekonomi Modern, Mungkinkah…?
‘Uang’ Shekel yang diperkenalkan zaman itu adalah setara berat 180 butir gandum untuk benda-benda yang dianggap berharga seperti perak, perunggu, tembaga dlsb. Tercatat dalam sejarah 13 Abad kemudian (1760 SM) bahkan uang juga mulai secara resmi masuk dalam system hukum yang dikenal dengan Hukum Hammurabi - karena diperkenalkan oleh Raja ke 6 dari bangsa Babylonia yang bernama Hammurabi.
Posted by rizko at 6:00 AM 0 comments
Labels: Dinarnomics
Build The Family Economic Strength With Dinar, But No Hoarding…!
Looking at this title maybe you are confused, how can we use Dinar or even reserve it but not hoarding? How? What is the limitation? Etc.
Regarding our responsibility to our property, I’ve written it in other article with the topic: “Our Property, Asset or Liability (in the hereafter)”. The point is it is our duty to fulfill the need for ourselves, family, anticipate emergency needs and leave strong children”.
Even Al Quran teaches us how to anticipate an emergency needs in Yusuf 47-48: “He (Yusuf) replied: ‘You will cultivate for seven consecutive years. During these years, you should leave the wheat you reap in the ear, except what may be sufficient for your food. Then, after that period, there will come upon you seven hard years which will eat away all that you had stored except a little which you may have specifically set aside”.
Posted by rizko at 4:19 AM 0 comments
Labels: Gold Article

















