Adalah suatu hal yang mudah dalam menentukan standar mampu atau tidak mampu dalam Islam. Zakat adalah salah satu metodenya, perhitungan sudah pasti dan terukur, dan standar yang biasa dipakai adalah dalam bentuk satuan Dinar Emas / Gram Emas ataupun dalam satuan ekor (hewan ternak). Besarnya adalah 2.50% jika dihitung berdasarkan kalender Syamsiah dan 2.58% jika dihitung berdasarkan kalender Qamariah.
Kategori
- Dinarnomics (43)
- Gold Article (16)
- Hikmah (3)
- Panutan (1)
- Solusi (2)
- Utama (7)
Standar Mampu dan Tidak Mampu dalam Islam
Posted by rizko at 8:12 AM 0 comments
Labels: Solusi
China to Buy Remaining 191 Tonnes of IMF Gold Sale
Many investors, myself included, considered the IMF gold sales to be much ado about nothing. I figured that if the IMF really did offer up physical gold, China or another country would step up eagerly to reduce their exposure to increasingly toxic fiat dollars. I still feel this to be the case, but certainly understand why Chinese authorities would not want the news leaked before the purchase. They could be forced to pay a much higher price for those 191 tonnes if the market moves first. However the dust settles on this story, I believe precious metals are certain to make new highs before the end of the year.
Posted by rizko at 7:15 AM 2 comments
Labels: Gold Article
Muhammad, Pemimpin Moralis yang Tak Berwajah Pembohong
Mantan Menteri Agama KH Tolchah Hasan bertindak sebagai pengisi hikmah Maulid dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung di Istana Negara. Dalam acara yang dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono itu, KH Tolchah Hasan menceritakan sosok Nabi Muhammad sebagai figur pemimpin yang moralis, tidak memiliki wajah pembohong.
"Muhammad adalah manusia yang paling berpengaruh di dunia. Moralis, jujur, dan bertanggung jawab," demikian pujian KH Tolchah di hadapan ratusan hadirin peserta peringatan Maulid Nabi Muhammad di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Kamis (25/2/2010) malam.
Posted by rizko at 8:40 AM 0 comments
Labels: Panutan
Digital Nomad : Generasi Pekerja Baru…
Para pekerja yang tidak lagi tergantung pada tempat dan waktu ini, mereka bisa bekerja kapan saja dan dimana saja asal bisa connect dengan internet . Melalui internet inipula pekerjaan mereka dilaporkan keatasannya, di share dengan mitra kerja, ditindak lanjuti sub-ordinate-nya; di response kliennya dlsb.dlsb. pekerja generasi baru inilah yang disebut pekerja Digital Nomad.
Posted by rizko at 8:07 AM 0 comments
Labels: Dinarnomics
Bukti Stabilitas Daya Beli Dinar (Emas) dan Dirham (Perak) dari Al-Qur'an dan Al- Hadits
Mungkin Anda bertanya apakah ada uang atau unit of account di zaman ini yang tidak terpengaruh oleh inflasi ?, jawabnya ada yaitu mata uang yang memiliki nilai intrinsik yang sama dengan nilai nominalnya yaitu mata uang yang berupa emas dan perak atau dalam khasanah Islam disebut sebagai Dinar dan Dirham.
Mungkin pertanyaan Anda selanjutnya adalah apa benar emas dan perak atau Dinar dan Dirham tidak terpengaruh oleh inflasi atau daya belinya memang tetap sepanjang zaman ?, untuk menjawab pertanyaan ini diperlukan uraian yang agak panjang sebagi berikut :
Beberapa bukti sejarah yang sangat bisa diandalkan karena diungkapkan dalam al-Qur’an dan Hadits dapat kita pakai untuk menguatkan teori bahwa harga emas (Dinar) dan perak (Dirham) yang tetap, sedangkan mata uang lain yang tidak memiliki nilai intrinsik terus mengalami penurunan daya beli (terjadi inflasi).
Posted by rizko at 6:00 AM 0 comments
Labels: Dinarnomics
And The Winner Is….?
Kita gunakan harga emas dalam mata uang masing-masing – karena harga emas inilah alat ukur yang paling universal dan stabil sepanjang zaman. Kita patut bersyukur bahwasanya dalam 6 – 12 bulan terakhir, mata uang kita jauh lebih perkasa dibandingkan dengan tiga mata uang kuat dunia yaitu US$, Euro dan Yen.
Posted by rizko at 7:18 PM 0 comments
Labels: Dinarnomics
Kehancuran Uang Kertas Mengikuti Deret Fibonacci
Bahwasanya uang kertas yang menjadi salah satu pangkal Riba pasti hancur, ini sudah dijanjikan Allah dalam surat Al Baqarah 276 : “Allah Memusnahkan Riba dan Mensuburkan Sedeqah...”.
Namun karena para ekonom dan ilmuwan sering mengabaikan peringatan Al-Qur’an dan mengandalkan teori dan analisa ilmiah semata, maka pada tulisan ini saya berusaha menjelaskan proses ilmiah kehancuran mata uang kertas (US Dollar, Rupiah ata apapun namanya) dengan menggunakan analisa statistik harga Dinar dalam Rupiah dan dalam US$ selama 40 tahun terakhir.
Dalam ilmu statistik ada yang dikenal sebagai Deret Fibonacci, yaitu deret angka-angka 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89,144, 233, 377, 610, 987, 1597, 2584, 4181, 6765..dst. Angka-angka ini dihasilkan dengan cara menjumlahkan dua angka sebelumnya menjadi angka berikutnya. Contoh angka 5 adalah 2+3 ; angka 8 adalah 5+3 dst.
Posted by rizko at 7:00 AM 0 comments
Labels: Dinarnomics
Mengapa Uang Kertas Tidak Bisa Dipakai Untuk Perencanaan Finansial Jangka Panjang ?
Bagi perencana finansial, inflasi adalah faktor ketidakpastian terbesar yang paling sulit diatasi. Betapa tidak, di negeri seperti Indonesia, inflasi terburuk (terbesar) dalam sepuluh tahun terakhir pernah mencapai 78% (1998).
Lebih buruk lagi dalam lima puluh tahun terakhir, di Indonesia inflasi pernah benar-benar tidak terkendali dan mencapai angka 650% (1965).
Inflasi yang berarti menurunnya daya beli uang, ternyata tidak hanya dialami oleh mata uang Rupiah. Bahkan mata uang dunia yang selama ini dianggap perkasa yaitu Dollar Amerika, daya beli mata uangnya terhadap emas telah turun tinggal 29% dalam 8 tahun terakhir. Dalam 40 tahun terakhir daya beli Dollar Amerika terhadap emas tinggal 4% saja!
Posted by rizko at 7:35 PM 0 comments
Labels: Dinarnomics
Elliot Wave Theory Dan Harga Emas Dunia…
Beberapa kali saya menulis tentang teori yang berkembang di pasar modal yang juga berlaku di pasar emas dalam skala global. Diantara yang pernah saya tulis tersebut adalah tentang Deret Fibonacci ; analisa Moving Average, Trend Polynomial dan lain sebagainya.
Meskipun tidak ada yang bisa menjamin kebenaran teori manusia untuk memprediksi masa depan tersebut, paling tidak analisa-analisa yang menggunakan data statistik ini dapat menambah wacana kita untuk lebih memahami apa yang terjadi di masa lalu, yang terjadi sekarang, dan menduga apa yang sekiranya mungkin terjadi berikutnya.
Posted by rizko at 12:24 PM 0 comments
Labels: Dinarnomics
IMF Gold Sales, Fed Rate Hike, China, Soros And Inflation
Investors completely shrugged off news of the IMF gold sales as the price advanced $20 following the announcement. There are questions as to whether the IMF actually has physical gold to sell and there is historic correlation of gold going up after such announcements, not down as many would anticipate. GATA wrote about why the IMF sales don't mean much and the market seemed to agree. The IMF announced their top priority was not to disrupt the gold markets, which is laughable in my opinion. Whether the gold will actually hit the open market still remains to be seen, but my take on the IMF sales is that it is much ado about nothing, other than the continued attempt to suppress the gold price.
Posted by rizko at 3:59 AM 0 comments
Labels: Gold Article
"I KNEW I SHOULD HAVE BOUGHT GOLD"
All should be moved by the following dramatic picture and eye-popping gold price charts. The first is an actual photo of currency traders in Sao Paulo, Brazil in early 1999.
The chart shows how the Brazilian currency (called the "real") price of gold soared nearly 80% in a two week period in January 1999. I believe the US dollar price rise of gold will be equally dramatic, violent and without notice sometime during the next 6-8 months.
Economic and monetary crisis overwhelmed Brazil - as it did a few years later to Argentina and twice in Venezuela...and is a 'preview' of what the US may well see during 2010
Posted by rizko at 8:43 PM 0 comments
Labels: Gold Article
Dinar Untuk Solusi Komersial, Siapa Takut…?
Selama ini artikel-artikel yang saya tulis baru sebatas teori dasar tentang Dinar, lingkungan finansial dimana kita berada dan sedikit aplikasinya pada kebutuhan individu.
Posted by rizko at 7:07 AM 0 comments
Labels: Solusi
Umar dan Penggembala Ternak
Pada satu hari ketika Umar mengadakan perjalanan dari Madinah menuju Mekkah, di tengah perjalanan, ia bertemu dengan seorang pemuda yang sedang menggembala kambing yang sangat banyak.
Melihat penggembala dengan ternak gembalaannya yang sangat banyak itu, maka terbetiklah di hati Umar untuk menguji keimanan pemuda itu dalam mengontrol seluruh amal perbuatannya.
Umar pun bertanya kepada pemuda itu, "Anak muda, bolehkah aku membeli seekor saja hewan gembalamu?"
Posted by rizko at 7:48 PM 0 comments
Labels: Hikmah
Emas/Dinar Diantara Uang Kertas Yang Perkasa dan Yang Lunglai…
Bila dalam setahun terakhir harga emas dunia dalam US$ mengalami kenaikan sekitar 19 % dan dalam Euro mengalami kenaikan sekitar 11 %; Dengan uang Rupiah kita yang lagi perkasa – harga emas atau Dinar dalam Rupiah turun 9 %.
Posted by rizko at 8:30 AM 0 comments
Labels: Dinarnomics
Dan Di Langit Terdapat Rizkimu Dan Apa Yang Dijanjikan Kepadamu…
Posted by rizko at 8:22 AM 0 comments
Labels: Dinarnomics
Emas Diantara Yang Pesimis dan Optimis…
Jadi pertanyaannya adalah apakah harga emas saat ini lagi rendah atau lagi tinggi ?, akan naik atau akan turun ?. Tidak mudah menjawabnya dan bahkan para analis pasar emas dunia-pun berbeda pendapat dalam hal ini. Dalam kaitan harga emas kedepan, saya pisahkan pendapat para analis ini dalam dua holongan – yaitu yang pesimis dan yang optimis (terhadap harga emas).
Posted by rizko at 8:11 AM 0 comments
Labels: Dinarnomics
Solusi Pembiayaan Yang Indah : Al-Ijarah Al-Muntahiyah Bi Al-Tamlik (IMBT) Berbasis Dinar
Ada salah satu fatwa yang dikeluarkan oleh DSN tahun 2002 lalu yang sesungguhnya sangat menarik dan indah bila diterapkan di dunia pembiayaan. Fatwa ini adalah tentang Al-Ijarah Al-Muntahiyah Bi Al-Tamlik (IMBT) yang terjemahan bebas-nya kurang lebih Sewa Untuk Memiliki (SUM) atau dalam bahasa Inggrisnya Rent To Own (RTO).
Posted by rizko at 7:59 AM 0 comments
Labels: Dinarnomics
Blue Ocean Mindset , Bukan Bersaing Tetapi Berlomba Dalam Kebajikan…
Inti dari isi buku ini adalah strategy bagi para pelaku usaha untuk bisa keluar dari medan persaingan yang tidak sehat– yang digambarkan sebagai red ocean karena berdarah-darahnya pertempuran di pasar – menuju pasar yang boleh dikatakan tanpa pesaing yang digambarkan sebagai blue ocean – karena tidak adanya setetes-pun darah yang tercecer.
Posted by rizko at 7:54 AM 0 comments
Labels: Dinarnomics
Kontak Saya
Jika anda tertarik untuk berinvestasi Dinar Emas, anda bisa menghubungi saya di :
Kurnia Ramadhan
Jl. Karangan No. 9 Komp. UNTAN
Pontianak - 78124
Kalimantan Barat
HP. 085292087646 / 0561 - 7907191 (Flexi)
Email : rizko@dinarsaving.com
Karena status saya sekarang saat ini sedang tugas belajar di Yogyakarta, saat ini saya tidak menyediakan Dinar Emas dalam bentuk fisik, untuk itu saya hanya menyediakan Dinar Emas lewat M-Dinar (Tabungan Dinar)
Alamat Yogyakarta :
Jl. Kaliurang KM 5,2
Gg. Wuni - Blok D - No. 1.B
Yogyakarta
Posted by rizko at 6:59 AM 0 comments
Labels: Utama
Dinar dan Teknologi, Bagaimana Status Hukumnya…?
Ada dua aspek legalitas yang ingin saya jelaskan; pertama legalitas dari aspek hukum positif negara (Indonesia dan juga negara-negara lain dimana M-Dinar digunakan) dan kedua adalah aspek legalitas dari sisi syariah.
Posted by rizko at 6:12 AM 0 comments
Labels: Utama
Menabung Dinar Menjadi Semakin Mudah Dengan M-Dinar Saving Account…
Teknologi M-Dinar yang kami perkenalkan awal tahun ini mendapatkan response yang amat baik meskipun penyempurnaan terus menerus tetap kami lakukan. Teknologi ini kini menjadi infrastruktur produk GeraiDinar yang baru hasil kolaborasi dengan Koperasi BMT Daarul Muttaqiin.
Posted by rizko at 5:59 AM 0 comments
Labels: Utama
M-Dinar : Bagaimana Mulai Menggunakannya…
Berikut adalah cara yang sudah bisa dilakukan oleh pengguna konsumen maupun para pedagang (terutama di dunia maya) dengan M-Dinar account-nya.
Posted by rizko at 5:47 AM 0 comments
Labels: Utama
Tes Keaslian Dinar Yang Mudah dan Murah….
Sejak saya mulai aktif memperkenalkan Dinar melaui GeraiDinar.Com ini; tidak hentinya terus memikirkan bagaimana kita bisa terus menyebar luaskan Dinar ini dengan aman dan mudah ke masyarakat luas. Salah satu yang sangat penting dijaga keamanannya adalah keaslian Dinar itu sendiri yang harus memenuhi standar 22 karat 4.25 gram.
Kemudian untuk mempercepat kemampuan tes Dinar secara akurat, kita akhirnya membeli alat X-Ray Spectrometer yang mirip dengan salah satu alat tes yang digunakan oleh Logam Mulia. Alat ini dapat mengukur keaslian Dinar dengan sangat cepat dan akurat; namun karena harganya yang mencapai ratusan juta Rupiah per unitnya – kita tidak bisa membelinya dalam jumlah banyak untuk bisa digunakan di kota-kota lain dimana agen kami berada.
Alhamdulillah melalui serangkaian percobaan sederhana akhirnya kita bisa membuat sendiri alat tes keaslian Dinar yang mudah, murah dan relatif akurat. Satu-satunya yang perlu Anda beli hanya timbangan emas digital yang minimum bisa mengukur sampai dua digit dibelakang koma. Banyak tersedia di pasaran dan harganya hanya beberapa ratus ribu Rupiah saja, meskipun juga ada yang harganya mencapai satu Dinar ! – tetapi tetap jauh lebih murah dari X-Ray Spectrometer tersebut diatas.
Kemudian Anda perlu membuat alat sederhana untuk menaruh air, yang nantinya digunakan untuk timbangan basah Dinar. Dari sekian banyak alat/ barang disekitar kita, yang paling cocok karena ringannya adalah bekas gelas kemasan air minum mineral. Anda patong ditengahnya dan gunakan yang dibawah saja. Anda isi air sekarang potongan gelas tersebut hingga mencapai kurang lebih 80% terisi – supaya nanti cukup untuk mengambangkan Dinar didalam air..
Taruh sekarang potongan gelas yang sudah diisi air tersebut diatas timbangan, maka timbangan akan menunjukkan berat tertentu tergantung sejauh mana Anda mengisi airnya tadi – misalnya muncul angka 70.55 gram. Baca manual timbangan Anda untuk men-tara menjadi nol pada posisi plastik berisi air berada di tempat penimbangannya tersebut.
Setelah itu ikat Dinar Anda dengan benang yang seringan mungkin namun bisa mengikat Dinar secara kuat. Masukkan pelan-pelan Dinar Anda kedalam air dengan memegang benang ikatan sedemikian rupa sampai Dinar benar-benar melayang di dalam air. Tidak menyentuh dasar, namun juga tidak ada bagian Dinar yang muncul diatas permukaan air.
Sekarang lihat angka di timbangan emas digital Anda. Bila angka menujukkan kisaran 0.22 gram sampai 0.23 gram ; maka kemungkinan besarnya Dinar Anda asli memenuhi standar 4.25 gram 22 karat. Kalau Anda tidak bisa men-tara timbangan Anda, maka Angka yang muncul tinggal ditambahkan dari angka sebelum Dinar dimasukkan didalam air. Misalnya kalau angka sebelumnya 70.55 gram; setelah Dinar melayang didalam air akan menjadi 70.77 gram – 70.78 gram.
Bagaimana alat ini bekerja ?. Massa Jenis emas adalah 19.32 gr/cm3 ; sedangkan perak 10.49 gr/cm3. Dinar adalah benda padat dengan komposisi 91.7% (22 karat) emas dan sisanya 8.3% perak. Dengan perhitungan yang agak teknis dikit – tetapi mudah menggunakan excel atau kalkulator – kita akan bisa menghitung berat Dinar yang 4.25 gram dengan komposisi tersebut haruslah memiliki volume 0.2287 cm3.
Ketika Dinar dimasukkan dalam air, Dengan hukum Archimedes kita tahu volume air yang dipindahkan adalah 0.2287 cm3. Karena Massa Jenis air mendekati satu –berat air yang dipindahkan tersebut adalah juga 0.2287 gram. Kalau timbangan digital Anda hanya sampai 2 digit dibelakang koma, kemungkinan angka yang muncul adalah 0.22 gram atau 0.23 gram.
Mudah bukan ?, selamat mencoba…
Sumber : GeraiDinar.com
Posted by rizko at 5:21 AM 0 comments
Labels: Utama
Mengenal Dinar dan Dirham Islam
Karena banyaknya pengunjung yang mengira bahwa Dinar Iraq dan lain sebagainya adalah sama dengan Dinar Islam. Maka perlu saya buat penjelasan yang sangat jelas bahwa Dinar Iraq dan sejenisnya adalah tidak sama dan bukan Dinar Islam. Dinar Iraq adalah uang kertas biasa, sedangkan Dinar Islam adalah uang emas 22 karat 4.25 gram.
Lebih jauh agar kita mengenal Dinar Islam ini lebih dekat, berikut saya petikkan uraian dari buku saya (Mengembalikan Kemakmuran Islam Dengan Dinar dan Dirham) yang menjelaskan detil tentang Dinar Islam.
Uang dalam berbagai bentuknya sebagai alat tukar perdagangan telah dikenal ribuan tahun yang lalu seperti dalam sejarah Mesir kuno sekitar 4000 SM – 2000 SM. Dalam bentuknya yang lebih standar uang emas dan perak diperkenalkan oleh Julius Caesar dari Romawi sekitar tahun 46 SM. Julius Caesar ini pula yang memperkenalkan standar konversi dari uang emas ke uang perak dan sebaliknya dengan perbandingan 12 : 1 untuk perak terhadap emas. Standar Julius Caesar ini berlaku di belahan dunia Eropa selama sekitar 1250 tahun yaitu sampai tahun 1204.
Di belahan dunia lainnya di Dunia Islam, uang emas dan perak yang dikenal dengan Dinar dan Dirham juga digunakan sejak awal Islam baik untuk kegiatan muamalah maupun ibadah seperti zakat dan diyat sampai berakhirnya Kekhalifahan Usmaniah Turki tahun 1924.
Standarisasi berat uang Dinar dan Dirham mengikuti Hadits Rasulullah SAW, ”Timbangan adalah timbangan penduduk Makkah, dan takaran adalah takaran penduduk Madinah” (HR. Abu Daud).
Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab sekitar tahun 642 Masehi bersamaan dengan pencetakan uang Dirham pertama di Kekhalifahan, standar hubungan berat antara uang emas dan perak dibakukan yaitu berat 7 Dinar sama dengan berat 10 Dirham.
Berat 1 Dinar ini sama dengan 1 mitsqal atau kurang lebih setara dengan berat 72 butir gandum ukuran sedang yang dipotong kedua ujungnya . Dari Dinar-Dinar yang tersimpan di musium setelah ditimbang dengan timbangan yang akurat maka di ketahui bahwa timbangan berat uang 1 Dinar Islam yang diterbitkan pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan adalah 4.25 gram, berat ini sama dengan berat mata uang Byzantium yang disebut Solidos dan mata uang Yunani yang disebut Drachma.
Atas dasar rumusan hubungan berat antara Dinar dan Dirham dan hasil penimbangan Dinar di musium ini, maka dapat pula dihitung berat 1 Dirham adalah 7/10 x 4.25 gram atau sama dengan 2.975 gram .
Sampai pertengahan abad ke 13 baik di negeri Islam maupun di negeri non Islam sejarah menunjukan bahwa mata uang emas yang relatif standar tersebut secara luas digunakan. Hal ini tidak mengherankan karena sejak awal perkembangannya-pun kaum muslimin banyak melakukan perjalanan perdagangan ke negeri yang jauh. Keaneka ragaman mata uang di Eropa kemudian dimulai ketika Republik Florence di Italy pada tahun 1252 mencetak uangnya sendiri yang disebut emas Florin, kemudian diikuti oleh Republik Venesia dengan uangnya yang disebut Ducat.
Pada akhir abad ke 13 tersebut Islam mulai merambah Eropa dengan berdirinya kekalifahan Usmaniyah dan tonggak sejarahnya tercapai pada tahun 1453 ketika Muhammad Al Fatih menaklukkan Konstantinopel dan terjadilah penyatuan dari seluruh kekuasan Kekhalifahan Usmaniyah.
Selama tujuh abad dari abad ke 13 sampai awal abad 20, Dinar dan Dirham adalah mata uang yang paling luas digunakan. Penggunaan Dinar dan Dirham meliputi seluruh wilayah kekuasaan Usmaniyah yang meliputi tiga benua yaitu Eropa bagian selatan dan timur, Afrika bagian utara dan sebagian Asia.
Pada puncak kejayaannya kekuasaan Usmaniyah pada abad 16 dan 17 membentang mulai dari Selat Gibraltar di bagian barat (pada tahun 1553 mencapai pantai Atlantik di Afrika Utara ) sampai sebagian kepulauan nusantara di bagian timur, kemudian dari sebagian Austria, Slovakia dan Ukraine dibagian utara sampai Sudan dan Yemen di bagian selatan. Apabila ditambah dengan masa kejayaan Islam sebelumnya yaitu mulai dari awal kenabian Rasululullah SAW (610) maka secara keseluruhan Dinar dan Dirham adalah mata uang modern yang dipakai paling lama (14 abad) dalam sejarah manusia.
Selain emas dan perak, baik di negeri Islam maupun non Islam juga dikenal uang logam yang dibuat dari tembaga atau perunggu. Dalam fiqih Islam, uang emas dan perak dikenal sebagai alat tukar yang hakiki (thaman haqiqi atau thaman khalqi) sedangkan uang dari tembaga atau perunggu dikenal sebagai fulus dan menjadi alat tukar berdasar kesepakatan atau thaman istilahi. Dari sisi sifatnya yang tidak memiliki nilai intrinsik sebesar nilai tukarnya, fulus ini lebih dekat kepada sifat uang kertas yang kita kenal sampai sekarang .
Dinar dan Dirham memang sudah ada sejak sebelum Islam lahir, karena Dinar (Dinarium) sudah dipakai di Romawi sebelumnya dan Dirham sudah dipakai di Persia. Kita ketahui bahwa apa-apa yang ada sebelum Islam namun setelah turunnya Islam tidak dilarang atau bahkan juga digunakan oleh Rasulullah SAW– maka hal itu menjadi ketetapan (Taqrir) Rasulullah SAW yang berarti menjadi bagian dari ajaran Islam itu sendiri, Dinar dan Dirham masuk kategori ini.
Di Indonesia di masa ini, Dinar dan Dirham hanya diproduksi oleh Logam Mulia - PT. Aneka Tambang TBK. Saat ini Logam Mulia-lah yang secara teknologi dan penguasaan bahan mampu memproduksi Dinar dan Dirham dengan Kadar dan Berat sesuai dengan Standar Dinar dan Dirham di masa awal-awal Islam.
Standar kadar dan berat inipun tidak hanya di sertifikasi secara nasional oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), tetapi juga oleh lembaga sertifikasi logam mulia internasional yang sangat diakui yaitu London Bullion Market Association (LBMA).
Seperti di awal Islam yang menekankan Dinar dan Dirham pada berat dan kadarnya - bukan pada tulisan atau jumlah/ukuran/bentuk keping - maka berat dan kadar emas untuk Dinar serta berat dan kadar perak untuk Dirham produksi Logam Mulia di Indonesia saat ini memenuhi syarat untuk kita sebut sebagai Dinar dan Dirham Islam zaman sekarang.
Seluruh Dinar dan Dirham yang diperkenalkan & dipasarkan oleh Gerai Dinar adalah produksi langsung dari Logam Mulia - PT. Aneka Tambang, Tbk..
Sumber : GeraiDinar
Posted by rizko at 6:06 PM 0 comments
Labels: Utama

















